Pengertian dan Jenis-jenis Kata

KATA
Kata adalah satuan bahasa terkecil yang berdiri sendiri serta memilki makna
yang bebas. Dari pengertian tersebut ciri-ciri kata adalah :
Satuan bahasa terkecil,
Dapat berdiri sendiri dalam penggunaan bahasa, dan
Memiliki makna yang bebas.
24

A. KELAS KATA
1. JENIS-JENIS KELAS KATA
1.1 KATA KERJA
Kata kerja (Verba) adalah kata yang menyatakan makna perbuatan, pekerjaan,
tindakan, atau keadan.
a. Ciri-ciri kata kerja adalah sebagai berikut :
Kata kerja umumnya menepati fungsi predikat dalam kalimat.
Contoh :Kucing mengeong. (mengeong = kata kerja)

S P
Dapat didahului oleh kata keterangan akan, sedang, dan sudah.
Contoh : Mereka akan menempati rumah itu
S P O
Dapat didahului oleh kata tidak
Contoh : Tidak sehat, tidak makan
CATATAN : Penanda kata tidak dapat juga diterapkan pada kata sifat,
misalnya tidak indah, tidak putih. Bedanya, kata sifat dapat dibentuk kata
ulang dengan disertai konfiks se-nya, contoh:seindah-indahnya, seputih-
putihnya. Dalam kata kerja, cara tersebut tidak dapat dipergunakan.
b. Jenis-jenis kata kerja
b.1 Berdasarkan bentuknya
Kata kerja bentuk dasar, contoh: makan, minum.
Kata kerja bentuk turunan, contoh: lari-lari, bolak-balik.
Kata kerja bentuk pemajemukan, contoh:bertanggung jawab, membagi rata.
Kata kerja bentuk pengimbuhan, contoh: membaca, mempermainkan.
b.2 Berdasarkan maknanya
Transitif-intrasitif
Ditinjau dari hubungannya dalam kalimat, kata kerja dapat dibedakan atas:
1. Kata transitif, yakni kata kerja yang memerlukan objek atau pelengkap.
Contoh: Kucing itu menagkap burung merpati.
S P O
2. Kata kerja intransitif yakni kata kerja yang tidak memerlukan objek
ataupun pelengkap.
3. Kata kerja aktif, contoh: membaca.
4. Kata kerja pasif, contoh: diminum.
KATA BENDA
Kata benda (nomina) adalah kata yang mengacu pada manusia,binatang,benda,dan
konsep atau pengertian.
Ciri-ciri:
Dalam kalimat yang berpredikat kata kerja, kata benda cenderung menduduki
fungsi subjek, objek, atau perlengkapan, contoh : Ibu membelikan adik baju
baru.

S P O Pel.
Kata benda tidak dapat didahului oleh kata ingkar tidak.kata ibu, adik, dan baju.
Adalah kata benda sebab tidak dapat didahului oleh kata tidak.bentuk ingkar
kata benda adalah kata bukan. Jadi, yang benar adalah Bukan Ibu Yang
25

Membelikan adik baju baru. Kalimat, “tidak ibu yang membelikan baju
baru”mewrupakan contoh kalimat yang salah.
Kata benda dapat diikuti oleh kata sifat dengan menggunakan kata yang.
Contoh : Ibu yang baik hati
Adik yang manis
b. Jenis-jenis kata benda
b.1 Kata benda konkret dan abstrak
Kata benda konkret adalah nama benda yang dapat ditangkap dengan panca
indera.
Kata benda konkret terbagi dalam beberapa macam :
Nama diri
: Hasan, Bandung, Musi
Nama jenis
: Binatang. Meja, ayam
Nama himpunan : ASEAN, KONI, PBB.
Nama zat
: emas, perak, minyak air, uap.
Kata benda abstrak adalah nama-nama benda yang tidak dapat dapat ditangkap
dengan panca indera, contoh : Kebahagiaan, pembelian, penghijauan.
b.2 Kata benda bentuk dasar dan kata benda turunan.
Kata benda bentuk dasar, contoh : gambar Pisau
Kata benda bentuk turunan
Contoh : Pengimbuhan Perulangan
Pemajemukan
kendaraan
mobil-mobilan
kutu buku
perumahan
rumah-rumah
darah
daging
1.3 KATA SIFAT
Kata sifat (adjektiva) adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau
keadaan orang, binatang, atau benda.
a. Ciri-ciri kata sifat
Dapat diberi keterangan pembanding,seperti lebih, kurang,paling.
Contoh : lebih besar, kurang paham, paling pandai
Dapat diberi keterangan penguat seperti sangat,sekali terlalu.
Contoh : sangat bagus, murah sekali, terlalu mahal
Dapat diingkari dengan kata ingkar tidak.
Contoh : tidak malas, tidak putih
Dapat diulang dengan awalan Se- dan akhiran –nya
Contoh : sebaik-baiknya, secepat-cepatnya
Pada kata tertentu ditandai oleh akhiran –i, wi, iah,if.
Contoh : Insani
Alamiah
Manusiawi
Progresif
b. Jenis-jenis kata sifat
b.1 Kata sifat bentuk dasar
Contoh : asin, cerah, kecil, malang
b.2 Kata sifat bentuk turunan.
Pengimbuhan Perulangan Pemajemukan
Alami
Kekanak-kanakan Berat lidah
Insani
Kebelanda-belandaan Besar mulut
1.4 KATA KETERANGAN
Kata keterangan (adverbial) adalah kata yang memberi keterangan pada kata
lainnya.
26

a. Berdasarkan bentuknya
1. Kata keterangan bentuk dasar
Contoh : sangat, lebih, hanya, terlalu
2. Kata keterangan bentuk turunan
Contoh : diam-diam, agaknya, rupanya
b. Berdasarkan letaknya
1. Mendahului kata yang diterangkan
Contoh : lebih tinggi, sangat indah, terlalu bodoh, hanya menulis
2. Mengikuti kata yang diterangkan
Contoh : tampan nian, duduk saja
3. Dapat mengikuti atau mendahului kata yang diterangkan
Contoh : lekas-lekas pulang, pulang lekas-lekas
1.5 KATA GANTI (PRONOMINA)
Kata yang menggantikan kata benda atau kata yang dibendakan. Kata ganti
dibedakan atas berikut ini :
a. Kata ganti orang
Perhatikan tabel berikut ini :
Persona
Makna
Tunggal
Jamak
Pertama Saya, Aku, Daku, ku
Kami, kita
Kedua Engkau, kamu, anda, dikau,
kau-, -mu.
Kalian, kamu sekalian, anda
sekalian
Ketiga Ia, dia, beliau, -nya Mereka
b. Kata ganti penunjuk
Penunjuk umum : ini, itu
Penunjuk tempat : sini,sana, situ
Penunjuk ikhwal : begini,begitu
Penunjuk tak tentu : sesuatu,seseorang.
c. Kata ganti Tanya
Kata Tanya
Yang Ditanyakan
Siapa
Orang
Apa
Barang
Mana
Pilihan
Mengapa
Alasan, sebab-sebab, pendapat
Kapan, bila, bilamana Waktu
Di mana, ke mana, dari mana Tempat
Bagaimana
Cara
Berapa, ke berapa Jumlah, urutan
B. KATA TUGAS
1.1 KATA SANDANG (Artikula/artikel)
Kata yang fungsinya sebagai penentu bagi kata benda. Kata sandang terbagi dalam
beberapa jenis berikut :
Mengacu pada makna tunggal, contoh : sang,.
Mengacu pada makna kelompok, contoh : para
27

Bermakna netral, contoh : si
Bermakna khusus. Contoh: hang, sri, dang
1.2 KATA SERU
Kata seru (intenjeksi) adalah kata yang mengungkapkan cetusan perasaan atau
luapan emosi.kata seru ini digunakan untuk memperkuat rasa
kagum,sedih,heran,jengkel.
Kata seru mengacu pada nada atau sikap berikut.
Bernada negatif, yakni cih, cis, bah, ih, idih, brengsek, sialan.
Bernada positif, yakni aduhai, amboi, asyik, alhamdulillah, subhanallah, hore
Bernada keheranan, yakni ai, lho, astagfirullah, masyaallah
Bernada netral, yakni ha ,halo ,he ,wahai ,wah, nah, ah, eh, oh, ya, aduh, hem
1.3 KATA BILANGAN
Kata bilangan (numeralia) adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya
wujud (orang,binatang benda) dan konsep. Kata bilangan dapat dibedakan atas:
Kata bilangan pokok, contoh : nol, lima.
2. Kata bilangan tingkat, contoh : kesatu, kedua, ketiga
3. Kata bilangan pecahan, contoh : seperdua, setengah
1.4 KATA DEPAN (preposisi)
Kata depan atau preposisi adalah kata yang selalu berada di depan kata benda,
kata sifat, atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata depan (frasa
preposisional). Kata depan dibedakan atas:
A. Preposisi dasar: di, ke, dari, akan, antara, kecuali, bagi, dalam, daripada,
tentang, pada, tanpa, untuk, demi, atas, depan, dekat.
B. Preposisi turunan, terdiri atas:
gabungan preposisi dan preposisi à di depan, ke belakang, dari muka.
· Gabungan preposisi + prposisi + non-preposisi à di atas rumah, dari
dalam kerumunan.
· Gabungan preposisi + kelas kata + preposisi + kelas kata à dari rumah
ke jalan, dari Bogor sampai Jakarta, dari pagi hingga petang.
C. Preposisi yang menunjukkan ruang lingkup: sekeliling, sekitar, sepanjang,
seputar.
1.5 KATA HUBUNG (Konjungsi)
Kata hubung adalah kata yang menghubungkan dua kata atau kalimat. Kata ini
terdiri atas:
1. Konjungsi penambahan: dan, dan lagi,
tambahan lagi, lagi pula.
2. Konjungsi urutan: lalu, lantas, kemudian,
setelah itu.
3. Konjungsi pilihan: atau.
4. Konjungsi lawan: tetapi, sedangkan, namun,
sebaliknya.
5. Konjungsi waktu: ketika, sejak, saat, dan
lain-lain.
6. Konjungsi sebab akibat: karena, karena itu,
28

akibatnya, dll.
7. konjungsi persyaratan: asalkan, jikalau,
kalau, dll.
8. Konjungsi pengandaian: andaikata,
andaikan, seandainya, seumpamanya.
9. Konjungsi harapan/tujuan: agar, supaya,
hingga.
10. Konjungsi perluasan: yang.
11. Konjungsi pengantar objek: bahwa.
12. Konjungsi penegasan: bahkan dan malahan.
13. Konjungsi pengantar wacana: adapun, maka,
jadi.
1.6 PARTIKEL
Partikel adalah kategori atau unsure yang bertugas memulai, memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan sebuah kalimat dalam komunikasi. Unsure ini
digunakan dalam kalimat Tanya, perintah, dan pernyataan (berita).
Macam-macam
partikel: kah, kan, deh, lah, dong, kek, pun, toh, yah.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s